Ustadz Agus Supriyadi : Dzulhijjah Momen Terbaik Untuk Beribadah Kepada Allah
MEDIA INFORMASI, BANDAR LAMPUNG – Masjid Al Anshor Bukit Kemiling Permai kembali menggelar kajian taklim rutin malam Ahad pada Sabtu, 9 Mei 2026, dengan menghadirkan Ustad Agus Supriyadi, LC.
Kajian yang berlangsung khidmat tersebut mengangkat tema “Momen Terbaik Untuk Beribadah kepada Allah” dalam menyambut bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah.
Dalam tausiyahnya, Ustad Agus Supriyadi menjelaskan bahwa bulan Dzulhijjah merupakan salah satu waktu paling mulia dalam Islam untuk memperbanyak amal saleh. Ia menekankan bahwa salah satu amalan terbaik yang sangat dianjurkan pada bulan tersebut adalah menyembelih hewan kurban sebagai bentuk ketakwaan dan penghambaan kepada Allah SWT.
“Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah selain sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Maka ini adalah kesempatan besar bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah,” ujar Ustad Agus di hadapan jamaah.
Ia kemudian mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Hajj ayat 34:
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap hewan ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka.”(QS. Al-Hajj: 34)
Selain itu, ia juga menyampaikan hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi:
“Tidak ada suatu amalan yang dilakukan anak Adam pada hari raya kurban yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan kurban.”(HR. Tirmidzi)
Dalam penyampaian ceramahnya, Ustad Agus turut memberikan contoh sederhana tentang pentingnya mengelola pengeluaran demi meraih ibadah kurban. Ia menceritakan pengalamannya saat berada di sebuah bengkel motor.
“Saya pernah service motor dan melihat montir di bengkel itu terus merokok. Selama saya menunggu motor selesai diservice, sudah beberapa kali dia menghabiskan rokok. Kalau dihitung, sehari bisa habis sekitar Rp10 ribu,” tuturnya.
Menurutnya, apabila pengeluaran tersebut ditabung secara konsisten, maka dalam setahun dapat terkumpul sekitar Rp3,5 juta yang sangat memungkinkan untuk membeli hewan kurban.
“Nah, kalau kebiasaan itu dikurangi lalu dialihkan menjadi tabungan kurban, insyaAllah setiap tahun bisa berkurban. Jadi sebenarnya persoalannya bukan mampu atau tidak, tetapi ada kemauan dan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah,” jelasnya.
Ustad Agus juga mengingatkan jamaah bahwa hakikat kurban bukan hanya menyembelih hewan, melainkan bentuk keikhlasan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Ia kembali membacakan firman Allah dalam Surat Al-Hajj ayat 37:
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.” (QS. Al-Hajj: 37).
Kajian malam Ahad tersebut dihadiri jamaah dari berbagai wilayah di Kota Bandar Lampung. Para jamaah tampak antusias mengikuti rangkaian kajian hingga selesai. (Sur).