MEDIA INFORMASI,Tanggamus – Di usianya yang telah mencapai 116 tahun, Mbah Haji Sarbini, warga Pekon Tanjung Siom, Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus, masih terlihat sehat dan bugar. Hebatnya lagi, daya ingatnya masih sangat baik.
Mbah Sarbini masih mampu menceritakan dengan jelas perjalanan hidupnya, mulai dari merantau mencari ilmu agama, berdakwah ke berbagai daerah, hingga dua kali menunaikan ibadah haji.
Lahir pada tahun 1910, Mbah Haji Sarbini telah melewati perjalanan hidup yang panjang dan penuh makna. Sejak muda, ia merantau ke Pesantren Tebu Ireng, Jawa Timur, untuk menuntut ilmu agama. Dari sana, ia kemudian mengabdikan diri dengan mengajar mengaji di berbagai daerah.
“Saya dulu belajar di Tebu Ireng, lalu mengajar ngaji di Lubuk Linggau selama tujuh tahun. Setelah itu pernah juga ke Aceh dan Talang Padang untuk mengajar,” tutur Mbah Sarbini saat ditemui, Selasa (26/04/2026) malam.
Selain dikenal sebagai guru ngaji, Mbah Sarbini juga memiliki pengalaman perjalanan religi ke sejumlah negara di Timur Tengah seperti Yordania, Qatar, dan Yaman. Ia bahkan masih mengingat pernah tinggal selama satu bulan di Yordania.
“Saya pernah ke Yordania, Qatar, Yaman. Di Mekkah juga pernah tinggal sampai lima bulan,” ujarnya dengan suara yang masih jelas.
Perjalanan spiritual Mbah Sarbini juga ditandai dengan kesempatan menunaikan ibadah haji sebanyak dua kali. Haji pertamanya ia tempuh dengan biaya sekitar Rp5 juta, jumlah yang sangat besar pada masa itu. Haji kedua ia jalani bersama istrinya.
“Naik haji dua kali. Yang kedua berangkat sama istri. Ongkos haji waktu itu lima juta,” kenangnya.
Meski telah berusia lebih dari satu abad, kondisi kesehatan Mbah Sarbini masih cukup baik. Ia masih mampu berbicara lancar, mengingat detail perjalanan hidupnya, dan berinteraksi dengan warga sekitar.
Dalam kehidupan keluarganya, Mbah Haji Sarbini memiliki lima istri sepanjang hidupnya dan dikaruniai dua orang anak, laki-laki dan perempuan.
Kisah hidup Mbah Haji Sarbini menjadi inspirasi tersendiri bagi masyarakat. Di usia 116 tahun, ia bukan hanya menjadi saksi perjalanan zaman, tetapi juga simbol keteguhan dalam menuntut ilmu, berdakwah, dan menjaga kesehatan hingga usia lanjut.
Semangat hidup dan keteguhan iman Mbah Haji Sarbini menjadi teladan berharga bagi generasi muda bahwa umur panjang yang penuh keberkahan lahir dari pengabdian, kesederhanaan, dan ketekunan dalam menjalani hidup.
Sementara Suryanto, Pemimpin Redaksi Media Informasi Network.com, mengaku sangat takjub saat mewawancarai langsung Mbah Haji Sarbini. Di usia yang telah mencapai 116 tahun, Mbah Sarbini masih terlihat sehat, mampu berbicara dengan lancar, serta memiliki daya ingat yang sangat baik.
“Saya sangat kagum melihat kondisi Mbah Haji Sarbini. Di usianya yang sudah sangat senja, beliau masih sehat, masih kuat berbicara, dan yang luar biasa adalah ingatannya masih sangat baik, tidak pikun sama sekali. Ini sungguh luar biasa dan menurut saya beliau adalah manusia istimewa,” ujar Suryanto usai melakukan wawancara.
Menurutnya, sosok Mbah Haji Sarbini bukan hanya menjadi teladan karena umur panjangnya, tetapi juga karena perjalanan hidupnya yang penuh pengabdian dalam menuntut ilmu agama, berdakwah, hingga menunaikan ibadah haji sebanyak dua kali.
“Beliau bukan hanya diberi umur panjang, tetapi juga kesehatan dan ingatan yang masih kuat. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua tentang arti menjaga hidup, keteguhan iman, dan keberkahan usia,” pungkas Suryanto..
(Sur/Red).