Pesawaran (MI-NET) — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pesawaran bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) menggelar kegiatan Pelayanan Keluarga Berencana (KB) melalui Tim Keluarga Berencana Keliling (TKBK) sebagai upaya menekan angka stunting di Kabupaten Pesawaran, 7 Februari 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan secara berkala dengan menyasar pasangan usia subur (PUS) di sejumlah kecamatan.
Pada awal Februari 2026, pelayanan KB keliling telah dilaksanakan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Way Lima yang dipusatkan di Pustu Sidodadi Paguyuban pada 4 Februari 2026, Kecamatan Kedondong di Puskesmas Kedondong pada 5 Februari 2026, serta Kecamatan Negeri Katon di Puskesmas Kalirejo pada 6 Februari 2026.
Dalam kegiatan tersebut, TP PKK Pesawaran memberikan pelayanan kontrasepsi metode jangka panjang (MKJP), seperti pemasangan implan dan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD).
Selain pelayanan kesehatan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya perencanaan keluarga dan penggunaan alat kontrasepsi sebagai langkah strategis dalam mencegah stunting sejak dini.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemberian Vitamin A kepada masyarakat dalam rangka peringatan Bulan Vitamin A Februari, sebagai upaya meningkatkan status gizi dan kesehatan ibu serta anak.
Ketua TP PKK Kabupaten Pesawaran, Cindy Aria Anton, S.E., M.M., mengatakan bahwa program pelayanan KB keliling merupakan bentuk komitmen TP PKK dalam mendukung upaya pemerintah daerah menekan angka stunting.
“Melalui pelayanan KB dan edukasi yang berkelanjutan, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan kelahiran dan kesehatan keluarga sebagai langkah nyata dalam mencegah stunting serta mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.
Ke depan, program pelayanan KB keliling ini akan kembali dilaksanakan pada April dan Oktober 2026 dengan cakupan wilayah yang lebih luas.
Selain itu, TP PKK Pesawaran juga akan menggelar kegiatan sosialisasi tentang pentingnya keluarga berkualitas dan kesehatan reproduksi dalam pencegahan stunting pada 11–13 Februari 2026 dengan fokus pada peningkatan edukasi kepada masyarakat.(Red).