Pesawaran Darurat Penerangan Pesawaran Gelap Gulita , Ratusan Titik LPJU Mati Total

0 27

Pesawaran (MIN) – Memasuki awal tahun 2026, Kabupaten Pesawaran, Lampung, sedang berada dalam darurat penerangan jalan umum. Terlebih saat momen arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 H/2026 Kemarin , puluhan hingga ratusan titik Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) ditemukan padam total. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius akan keselamatan pengguna jalan, terutama di jalur protokol dan kawasan pemukiman padat penduduk.

Berdasarkan laporan yang dihimpun awak media, keluhan warga mencapai puncaknya di Dusun Negeri Ampai, Desa Negeri Sakti. Warga setempat mengungkapkan kegelisahan akibat gelap gulitanya ruas jalan yang seharusnya menjadi urat nadi aktivitas malam hari.

“Terhitung dari Tugu Coklat sampai Bernung, lampu PJU mati semua. Tidak ada penerangan sama sekali. Ini sangat membahayakan bagi masyarakat yang ingin beraktivitas malam,” ujar seorang warga setempat dengan nada kesal, Rabu (1/4/2026).

Tak hanya di satu titik, kegagalan penerangan ini ternyata merata di sejumlah wilayah strategis.

Merespons keluhan masyarakat yang terus mengalir, Anggota DPRD Kabupaten Pesawaran, Arief Munandar, S.H., turun langsung melakukan peninjauan di daerah pemilihannya. Hasilnya mencengangkan. Dari total 306 titik yang tersebar di jalur perbatasan strategis-mulai dari Perbatasan Pesawaran-Pringsewu hingga Perbatasan Pesawaran-Bandar Lampung di pastikan hanya 75 titik yang masih menyala.

“Yang jadi pertanyaan besar kita, apakah lampu penerangan jalan umum ini mati karena memang sengaja dimatikan? Atau mati karena tagihannya tidak terbayarkan?” tegas Arief dengan nada tajam di hadapan awak media.

Arief menyoroti adanya indikasi kelalaian serius dalam pengelolaan aset daerah. Menurutnya, rakyat telah taat membayar pajak, namun hak mereka untuk mendapatkan rasa aman saat berkendara di malam hari justru tidak terpenuhi.

“Masyarakat membayar pajak, namun fasilitas penerangan jalan yang menjadi hak mereka tidak dinikmati. Ini masalah serius yang harus segera dituntaskan. Jangan sampai ada korban kecelakaan akibat kelalaian ini, apalagi saat arus mudik nanti,” ujar Arief.

Dengan minimnya penerangan, kekhawatiran terbesar kini tertuju pada arus mudik dan arus balik Lebaran yang akan segera tiba. Jalur Pesawaran yang merupakan lintasan utama penghubung antar kabupaten/kota di Lampung diprediksi akan dipadati kendaraan pemudik.

Kondisi gelap gulita di ruas-ruas tertentu dinilai sangat rawan menjadi lokasi kecelakaan, baik karena minimnya jarak pandang maupun rawan aksi kejahatan.

Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Menghadapi situasi genting ini, DPRD mendesak Pemerintah Kabupaten Pesawaran, khususnya Dinas Perhubungan, untuk segera berkoordinasi intensif dengan pihak terkait, termasuk PT PLN (Persero). Percepatan perbaikan tidak bisa lagi ditunda-tunda.

Fokus utama perbaikan diarahkan pada area-area pemukiman padat penduduk yang paling rawan kecelakaan akibat minimnya pencahayaan. (Sona)

Leave A Reply

Your email address will not be published.