Kejahatan Selama Ops Ketupat Krakatau 2026 di Lampung Turun 19 Persen, Polda: Situasi Kondusif

0 0

Lampung (MI-NET) – Polda Lampung menyampaikan hasil Analisa dan Evaluasi (ANEV) Operasi Ketupat Krakatau 2026 hingga hari ke-2 (H2) pada 14 Maret 2026. Dari hasil evaluasi tersebut, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Lampung dinilai aman dan kondusif.

Kapolda Lampung menyebutkan, angka gangguan kamtibmas selama pelaksanaan operasi mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Jumlah gangguan kamtibmas pada tahun 2025 tercatat sebanyak 37 kasus, sementara pada tahun 2026 sebanyak 30 kasus. Artinya terjadi penurunan sekitar 19 persen,” ujar Kapolda Lampung dalam keterangannya.

Penurunan juga terjadi pada sejumlah jenis kejahatan, khususnya kejahatan konvensional.

Pada tahun 2025 tercatat 31 kasus, sedangkan pada tahun 2026 turun menjadi 24 kasus atau berkurang sekitar 23 persen.

Sementara itu, kejahatan transnasional tercatat tetap sebanyak 6 kasus, dan tidak ditemukan kasus kejahatan terhadap kekayaan negara maupun kejahatan berimplikasi kontinjensi.

Selain itu, kasus menonjol juga mengalami penurunan cukup signifikan.

Pada Ops Ketupat Krakatau 2025 tercatat 44 kasus, sedangkan pada tahun 2026 hanya 15 kasus atau turun 66 persen.

Beberapa kasus yang mengalami penurunan di antaranya pencurian dengan pemberatan, curanmor, narkotika, serta penganiayaan berat.

Namun demikian, polisi juga mencatat adanya peningkatan pada kasus kejahatan dunia maya atau cyber crime, yang menjadi perhatian bagi jajaran kepolisian untuk meningkatkan langkah pencegahan.

Angka Kecelakaan Lalu Lintas Ikut Menurun
Selain situasi kamtibmas, angka kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan operasi juga mengalami penurunan.

Tercatat 4 kejadian kecelakaan pada tahun 2026, turun dari 6 kejadian pada tahun 2025, atau berkurang sekitar 33 persen.

Korban meninggal dunia juga menurun dari 3 orang menjadi 2 orang, sementara korban luka berat turun dari 4 orang menjadi 2 orang.

Kerugian material akibat kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan signifikan dari Rp40,1 juta pada tahun 2025 menjadi Rp9 juta pada tahun 2026.

Pelanggaran Lalu Lintas Turun
Dalam evaluasi tersebut, Polda Lampung juga mencatat penurunan jumlah pelanggaran lalu lintas.

Pelanggaran melalui ETLE tercatat turun dari 5 kasus menjadi 2 kasus, sementara tilang manual yang sebelumnya 3 kasus kini menjadi nihil.

Selain itu, jumlah teguran kepada pengendara juga menurun dari 1.427 menjadi 588 teguran.

Menurut Kapolda Lampung, kondisi ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas selama Operasi Ketupat Krakatau 2026.

“Kami berharap masyarakat terus menjaga situasi yang kondusif serta mematuhi aturan lalu lintas agar keamanan dan ketertiban selama Ramadan hingga Idulfitri tetap terjaga,” ujarnya. (Red).

Leave A Reply

Your email address will not be published.