MEDIA INFORMASI, TANGGAMUS — Pemerintah Pekon Sinar Jawa, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, menggelar musyawarah bersama warga terkait kondisi jembatan gantung yang dinilai memprihatinkan dan membahayakan pengguna. Beberapa waktu lalu bahkan sempat terjadi insiden yang melibatkan seorang siswa saat melintasi jembatan tersebut, Minggu, (24/5/2026).
Dikatakan Kasi Pemerintahan Pekon Sinar Jawa, Eko Sukamto, masyarakat hingga kini masih menunggu langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Tanggamus terkait pembangunan jembatan tersebut. “Warga sangat mengharapkan pembangunan jembatan gantung itu,” tegasnya.
Dijelaskan Eko, meski pihak pekon bersama TNI telah beberapa kali melakukan peninjauan dan pengukuran di lokasi, namun sampai saat ini realisasi pembangunan belum juga terlaksana. “Kami bersama TNI sudah tiga kali meninjau dan melakukan pengukuran jembatan itu,” jelasnya.
Saat ditanya terkait respons dari Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Eko mengaku pihaknya belum menerima kepastian terkait tindak lanjut pembangunan tersebut. “Meski sudah terjadi insiden, namun belum ada kepastian dari pemerintah terkait,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pekon Sinar Jawa menjelaskan bahwa keberadaan jembatan gantung tersebut sangat vital bagi aktivitas masyarakat, terutama bagi para pelajar, petani, dan warga yang setiap hari melintas untuk menjalankan kegiatan ekonomi maupun sosial.
Ia berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah agar pembangunan atau perbaikan jembatan dapat segera direalisasikan demi keselamatan masyarakat. “Kami berharap aspirasi warga ini dapat segera ditindaklanjuti, karena kondisi jembatan saat ini memang sudah cukup mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan secepatnya,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah pekon juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi jembatan sambil menunggu adanya langkah konkret dari pihak terkait. (Ws/Ad)