Lampung Siaga! Kolaborasi HARIMAU–BNNP Jadi Senjata Baru Lawan Narkoba
MEDIA INFORMASI, Bandar Lampung – Perang terhadap narkoba di Provinsi Lampung kian diperkuat. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Harapan Rakyat Indonesia Maju (HARIMAU) Provinsi Lampung resmi menjalin sinergi strategis dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung guna menggempur peredaran gelap narkotika hingga ke akar rumput.

Sinergi tersebut disampaikan dalam audiensi antara jajaran pengurus DPW LSM HARIMAU dengan Kepala BNNP Lampung di Kantor BNNP Lampung, Teluk Betung, Kota Bandar Lampung, Selasa (14/04/2026).
Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam memperluas jangkauan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) berbasis masyarakat.
Audiensi ini turut dihadiri Ketua DPW LSM HARIMAU Provinsi Lampung Lita Yunarti, Sekretaris Suryanto, Kadiv Humas Khoiri, Kadiv Litbang Rudi Eko, Kadiv Investigasi Zulkapeta Heri, serta Kadiv Pengamanan Feri.
Ketua DPW LSM HARIMAU Provinsi Lampung, Lita Yunarti, menegaskan komitmen organisasinya untuk turun langsung ke tengah masyarakat sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan narkoba.
“Kami tidak ingin narkoba merusak generasi bangsa. LSM HARIMAU siap menjadi mitra aktif BNNP Lampung untuk mengedukasi masyarakat dan membangun gerakan bersama melawan narkoba,” tegasnya.
Menurut Lita, kekuatan utama dalam memerangi narkoba terletak pada kesadaran kolektif masyarakat. Oleh karena itu, peran LSM dinilai krusial sebagai penghubung antara pemerintah dan warga.
Sementara itu, Kepala BNNP Lampung, Brigjen Pol Budi Wibowo, mengapresiasi langkah yang diambil LSM HARIMAU. Ia menilai kolaborasi ini sebagai bagian penting dalam memperkuat strategi perang melawan narkoba secara menyeluruh.
“Perang terhadap narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Harus melibatkan seluruh elemen masyarakat. Sinergi ini akan memperkuat upaya pencegahan hingga ke tingkat desa,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam memutus mata rantai peredaran narkotika yang semakin kompleks.
“BNNP Lampung terus mendorong kerja sama lintas sektor agar upaya pemberantasan narkoba berjalan lebih masif, terintegrasi, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Adapun fokus kerja sama meliputi:
- Edukasi dan sosialisasi bahaya narkoba secara masif
- Pemberdayaan masyarakat sebagai benteng anti narkoba
- Dukungan terhadap rehabilitasi penyalahguna
- Penguatan deteksi dini melalui informasi masyarakat
- Kampanye dan gerakan bersama anti narkoba
Sekretaris DPW LSM HARIMAU, Suryanto, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam memutus rantai peredaran narkoba.
“Ini bukan hanya tugas aparat, tetapi tugas kita bersama. Kami siap bergerak dan mengajak masyarakat untuk melawan narkoba,” pungkasnya.
Dengan sinergi ini, diharapkan Provinsi Lampung menjadi daerah yang lebih tangguh dalam menghadapi ancaman narkotika serta mampu melindungi generasi muda dari bahaya laten tersebut. (Sur/Red).